Translate

Tips mendeteksi keberadaan Virus

Tips ini mungkin bermanfaat, terutama disaat komputer kita atau teman kita kok tiba-tiba “aneh”. Ada beberapa indikasi yang mungkin bisa dijadikan dasar untuk memperkirakan apakah komputer kita terinfeksi virus ( Untuk Sistem Operasi Windows ), diantaranya :

  • Komputer mulai berjalan sangat lambat, ini juga bisa terjadi karena banyaknya program yang kita install dan berjalan di background
  • Munculnya file-file aneh di folder tertentu. Misalnya file yang bernama sama dengan file dokumen atau nama folder
  • Komputer sering restart atau mati sendiri sewaktu-waktu atau kita membuka program khusus seperti Task Manager, anti virus dan lainnya
  • Adanya logo tertentu jika kita klik kanan My Computer > Properties
  • Hilangnya beberapa opsi di komputer atau program tidak bisa berjalan, seperti tidak bisa membuka Folder Options atau menunya hilang, tidak bisa menjalankan Registry Editor, Membuka kotak Run, Command Prompt dan lainnya
  • Program Anti virus dan sejenisnya tidak bisa berjalan
  • Terkadang muncul pesan-pesan aneh seperti puisi dan sejenisnya

Jika komputer anda mengalami beberapa indikasi diatas, berikut tips untuk mencari lokasi virus yang kemungkinan menyerang komputer kita.

Sebelumnya ada tools/program yang diperlukan, yaitu Autoruns yang merupakan merupakan bagian dari tools SysinternalsSuit Selengkapnya juga bisa dilihat disini atau bisa juga dibaca Artikel ini, tentang cara memperolehnya.

Untuk melakukan pengecekan, pertama-tama silahkan dibuka program Autoruns

, kemudian pilih tab Logon. Daftar yang ditampilkan merupakan file-file atau program yang berjalan bersama Windows ketika kita mengaktifkan komputer. Jika ada file-file yang aneh atau tidak penting maka bisa di non aktifkan, dengan menghilangkan tanda check. Tetapi hati-hati, jangan salah menonaktifkan program, karena bisa berakibat Windows tidak berhasil hidup. Berikut beberapa daftar yang merupakan program atau aplikasi yang dimiliki Windows dan sebaiknya tetap dibiarkan, jangan dihilangkan tanda checknya :

  • rdpclip, merupakan aplikasi utama yang menangani masalah Copy File. Menyediakan fungsi bagi Terminal Services server yang mengijinkan copy dan paste antara server dan client. Program is important penting untuk kestabilan dan keamanan komputer, jadi biarkan saja
  • userinit, merupakan kunci proses di sistem operasi Windows. Pada proses boot-up aplikasi ini mengatur urutan start up yang diperlukan, seperti Koneksi jaringan, dan Windows Shell. Program ini sangat penting, jangan dimatikan
  • explorer, merupakan program manager atau Windows Explorer. Aplikasi ini mengatur Tampilan Windows, Start Menu, taskbar, DEsktop dan File Manager. Jika dimatikan maka tampilan/antarmuka windows tidak akan muncul.
  • ctfmon, merupakan proses aplikasi yang dimiliki Microsoft Office, mengatur masalah Alternative User Input Text Input Processor (TIP) dan Microsoft Office XP Language Bar. Program ini tidak harus jalan, tetapi sebaiknya tidak dimatikan.

Ketiga file pertama merupakan aplikasi yang biasanya senantiasa ada di sistem operasi windows ( kecuali windows 9x / ME, yang mungkin hanya userinit dan explorer), dan seharusnya dibiarkan saja, sedang aplikasi keempat muncul jika terdapat aplikasi Microsoft Office di sistem. Dan penting diperhatikan bahwa dua aplikasi pertama diatas ( rdpclip dan userinit ) lokasinya ( kolom Image Path ) ada di C:\Windows\sistem32, aplikasi explorer ada di folder C:\Windows, sedang ctfmon ada di folder C:\Windows\sistem32, dengan asumsi kita install Sistem operasi di Drive C:. Selain keempat file diatas, bisa dicermati lokasi filenya dikolom Image Path, Apakah file tersebut merupakan anti virus, anti spyware, Sound manager, tools untuk printer dan sebagainya. Jika ada aplikasi yang lokasinya di tempat aneh atau di windows system, tetapi kita tidak mengenalinya atau tidak pernah menginstall aplikasi tersebut, bisa jadi merupakan virus.

Ada beberapa hal ketika kita mencermati daftar yang ada dalam Autoruns tersebut. Terkadang virus, Trojan, Malware dan sejenisnya akan menggunakan nama yang sama atau mirip dengan aplikasi yang dimiliki windows seperti explorer, expiorer, exploler, spooler dan sebagainya, maka perlu dicermati nama dan lokasinya. Misalnya ada nama explorer tetapi lokasinya bukan di C:\Windows, maka bisa jadi adalah virus. Selain itu, jika kita hilangkan tanda check program atau aplikasi tertentu kemudian setelah beberapa waktu di refresh kembali lagi atau muncul lagi, maka kemungkinan besar aplikasi tersebut merupakan salah satu virus.

Jika ingin mengetahui deskripsi tentang suatu proses aplikasi, bisa dilihat alamat ProcessLibrary.com. (www.ebsoft.web.id)

Tips mengatasi booting/loading komputer yang lambat


Dengan spesifikasi komputer standard saat ini, untuk menampilkan windows [Xp] secara penuh seharusnya kurang dari satu menit atau sekitar itu. Tetapi jika tampilnya lebih dari 2 menit atau berhenti lama sebelum desktop (icon, start menu dan lainnya ) tampil penuh, kemungkinan ada yang bermasalah windows-nya.

Ada beberap hal yang bisa kita cek untuk mengetahui permasalahan ini. Hal mendasar yang harus diperiksa adalah program apa saja yang berjalan ketika windows tampil. Untuk mengetahuinya bisa di periksa dengan tools seperti Autoruns. Lihat di Tab Logon terutama bagian HKLM\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run sampai kebawah.

Daftar yang ada merupakan program yang akan selalu dijalankan bersamaan dengan windows. Jika ada program yang tidak dikenal, mencurigakan atau aneh, hilangkan tanda check disampingnya, yang berarti program tersebut tidak akan dijalankan ketika windows start. Atau program yang hanya meminta Update atau aplikasi lainnya yang tidak begitu penting, hilangkan saja tanda checknya ( baca juga inidan ini )

Setelah selesai, kemudian Restart Komputer, dan periksa apakah loading masih juga lambat. Jika masih lambat maka perlu dicek Sistem-nya dengan langkah sebagai berikut :

  • Buka Event Viewer (Control Panel > Administrative Tools > Event Viewer)
  • Setelah tampil, dari daftar di sebelah kiri dibagian Even Viewer (Lokal) pilih System, akan ditampilkan keterangannya/pesan disebelah kanan (Informations, Error dan warning)
  • Hapus pesan yang ada, dengan cara memilih menu Action > Clear All Events. Ketika muncul konfirmasi akan disimpan, klik saja yes untuk menyimpan semua pesan tersebut. Setelah daftarnya kosong, Restart Komputer
  • Ketika loading biarkan sampai windows tampil penuh, setelah selesai, periksa kembali Event Viewer bagian System (seperti diatas)
  • Coba diamati, terutama bagian Error atau Warning. Periksa kolom waktuya (Time), jika selisih waktu antara pesan tersebut dengan pesan d atasnya cukup jauh (mungkin lebih dari 1 atau 2 menit), maka kemungkinan permasalahannya disitu. Double klik untuk mengetahui permasalahannya

Jika kita bisa memahami permasalahan/deskripsinya maka coba langsung diatasi. Tetapi mungkin sebagian akan kesulitan membaca pesan tersebut, apalagi ada informasi yang sama sekali aneh. Jika seperti itu, catat atau perhatikan pesan yang ada, kemudian kita tanya ke ahlinya (perlu koneksi ke Internet) yaitu dengan membuka alamat ini : http://go.microsoft.com/fwlink/events.asp

Bagaimana Selanjutnya ?
Setelah membuka link tersebut, tampil seperti berikut.

Coba gunakan pencarian yang diatas, jika tidak brehasil gunakan pencarian bagian bawah. Bisa dimasukkan kode event ID atau sebagian isi dari Description. Seharusnya akan ditampilkan artikel atau pembahasan mengenai permasalahan yang ada. (http://ebsoft.web.id)

Cara Membuat Bootable CD UBCD4Win

Salah satu bootable CD yang sangat bermanfaat adalah UBCD4Win (UBCD/Ultimate Boot CD for Windows), karena dengan bootable CD ini kita gunakan untuk memperbaiki berbagai permasalahan dengan komputer, mulai dari recovery data, sistem operasi sampai membasmi virus. Tetapi mungkin sebagian masih kesulitan bagaimana cara membuat Bootable CD-nya.

UBCD4Win tidak menyediakan download file ISO yang langsung bisa di burning ke CD, tetapi hanya installer-nya dan kita yang membuat sendiri. Hal itu karena file ISO tersebut berisi file-file sistem Windows XP, dan ini akan dianggap melanggar hak cipta Microsoft. Oleh karena itu untuk membuatnya harus dilakukan oleh pemilik CD Windows XP sendiri. Berikut langkah-langkah pembuatan Bootable CD ini

Sebelumnya, download installer terbaru untuk membuat Bootable CD ini dari situs UBCD4Win. Ukurannya cukup besar (sekitar 245 MB), sehingga pastikan download dengan download manager. Setelah selesai download, maka jalankan file tersebut. Disini saya menggunakan UBCD4Win versi 3.20 (UBCD4WinV320.exe). Selanjutnya ikuti langkah-langkah Installasi UBCD4Win berikut :

  1. Jalankan (install) file UBCD4WinV320.exe
  2. Akan tampil window verifikasi hash file (MD5). Jika komputer terkoneksi ke Internet, bisa dipilih Yes, jika tidak klik saja No
  3. Selanjutnya jika verifikasi sukses, proses installasi akan berlangsung, tunggu sampai selesai
  4. Setelah selesai, akan tampil “Integrity Check for UBCD4Win” klik OK
  5. Klik Next di windows “Information”, selanjutnya akan mengecek apakah ada file patch (perbaikan di versi ini), jika ingin (punye koneksi internet) klik saja Yes. Atau bisa saja diabaikan dengan klik No
  6. Maka akan proses installasi UBCD4Win selesai, selanjutnya bisa langsung dijalankan UBCD4WinBuilder, yang selanjutnya akan digunakan untuk membuat file ISO image.

Membuat file ISO Image

File ISO merupakan file yang nantinya bisa langsung di burning ke CD, dan menghasilkan bootable CD. Setelah UBCD4WinBuilder dijalankan maka ikuti langkah berikut

  1. Ketika dijalankan pertama kali akan tampil window Lisensi. Klik saja “I Agree”
  2. selanjutnya akan muncul window “Search for Windows Installation files”. Klik saja No
  3. Di Window UBCD4Win PE builder, isi atau cari path CD/DVD-ROM yang berisi CD Windows XP
  4. Kemudian klik Build atau pilih menu Builder > Build (F7), tunggu proses installasi (mengambil file-file system dari CD Windows XP sampai selesai)
  5. Setelah selesai, pilih menu Builder > Build ISO/CD(F5), tunggu sampai selesai
  6. Akan dihasilkan file UBCD4WinBuilder.iso, yang kemudian bisa di burning ke CD

Mungkin akan ditampilkan beberapa error, ketika sebelumnya saya membuat file ISO dengan UBCD4Win versi 3.13 tampil 3 error, tetapi setelah hasilnya saya burning, bisa saja berjalan. di versi ini muncul 2 error, yang menampilkan pesan bahwa 2 file windows tidak ada. Mungkin hal seperti ini karena perbedaan versi windows. Abaikan saja jika muncul error, asalkan file ISO berhasil dibuat, maka selanjutnya bisa di test di CD.

Bagaimana mem-Burning file ISO

Untuk mem-burning file ISO, maka bisa digunakan fasilitas Burn Image (jika menggunakan aplikasi seperti Nero) atau untuk lebih mudahnya gunakan salah satu software kecil, portable dan gratis berikut :

Ketika burning file ISO, lebih baik menggunakan kecepatan yang paling rendah, misalnya 1X atau 2X untuk lebih menjamin keberhasilan membuat Bootable CD (http://ebsoft.web.id)

Apa itu System Volume Information ?

Jika kita menggunakan Windows XP Home maupun Professional, dan setting untuk folder-folder yang tersembunyi (Hidden system) ditampilkan, maka akan terlihat folder yang namanya “System Volume Information” di drive C: D: dan lainnya. Kadang kita tidak bisa membuka folder ini, atau jika bisa, maka untuk mengakses filenya tidak bisa. Sebenarnya apa fungsi atau kegunaan folder ini ?

Folder “System Volume Information” merupakan Hidden System folder (folder yang tersembunyi/sengaja disembunyikan oleh system windows) yang digunakan oleh System Restore untuk menyimpan informasi dan Restore points. Tetapi saat ini sering menjadi sarang virus

Seperti diketahui, bahwa Windows XP Home/Professional menyertakan fungsi Restore Point, yaitu fasilitas untuk mengatasi ketika ada program baru yang di install dan menyebabkan komputer bermasalah, dengan mengembalikan kondisi windows sesaat/waktu sebelum program baru tersebut di install (disebut Restore Point). Ketika melakukan restore komputer, data atau dokumen tidak akan hilang. Nah, data-data restore point ini disimpan di folder yang namanya “System Volume Information” ini.

Folder ini akan ada di setiap Drive/ Partisi windows, misalnya C:, D: dan lainnya. Memang melihat fungsinya folder ini cukup penting, tetapi kadang bisa berbahaya. Karena aksesnya yang terbatas, maka folder ini sering digunakan oleh virus untuk menyimpan duplikasi dirinya dan virus bisa menyerang lagi (kembali aktif) jika dilakukan restore. Selain itu kita biasanya tidak bisa mengakses folder ini. Bahkan antivirus yang mendeteksi ada virus di folder ini kadang juga tidak bisa menghapusnya.

Sebenarnya jika tidak begitu penting fasilitas ini bisa dimatikan, karena selain sering menjadi sarang virus, juga sering memakan space hardisk yang cukup banyak. Untuk mengaturnya bisa dibuka Start Menu > All Programs > Accessories > System Tools > System Restore. Untuk mematikan fasilitas ini cek menu “Turn off system restore for all drives”.

Jika yakin komputer kita bebas virus, maka fasilitas ini bisa juga diaktifkan, yang perlu diatur mungkin hanya penggunaan space hardisknya. Masing-masing drive C:, D: dan lainnya bisa dibatasi maksimal penggunaan space-nya dengan klik tombol Setting di masing-masing drive tersebut.

Apakah ada cara untuk mengakses folder ini ?

Ya, ada beberapa cara yang berbeda tentang bagaimana cara mengakses folder ini. Yang perlu diketahui hanya windows yang digunakan (Home atau Professional) dan tipe File System ( FAT32 atau NTFS) yang bisa diketahui dengan klik kanan Drive C:, D: atau lainnya di windows explorer dan pilih Properties. Untuk cara-cara mengakses folder ini bisa dibaca selengkapnya disini (http://ebsoft.web.id).

Referensi

  • http://support.microsoft.com/kb/948247/en-us
  • http://support.microsoft.com/kb/309531/en-us

Mengapa Antivirus Langsung menghapus File ?

Mungkin sebagian sudah pernah mengalami ketika antivirus mendeteksi sebuah virus atau file yang terinfeksi virus, maka biasanya akan langsung dihapus. Tidak pandang bulu apakah sebelumnya file tersebut penting atau tidak, formatnya apa dan betapa berharga dokumen tersebut bagi kita. Ini juga sering muncul di komentar atau pertanyaan di ebsoft.web.id

Berikut sedikit penjelasan mengenai beberapa hal tersebut seperti mengapa kok antivirus langsung menghapus file, yang satu mendeteksi tetapi yang satu tidak, adakah antivirus yang tidak langsung menghapus file yang terinfeksi virus dan sebagainya

Pada umumnya tujuan utama antivirus adalah mencegah virus menginfeksi sistem komputer kita, ini adalah prinsip utama. Meskipun kedepannya banyak antivirus yang sudah dilengkapi dengan fasilitas untuk memperbaiki sistem yang rusak. Tetapi tetap saja fungsi utama antivirus adalah untuk mencegah, dan mengobati adalah prioritas yang kesekian.

Oleh karena itu jika sistem komputer sudah terinfeksi virus, maka sebagian antivirus tidak berdaya, dan kita harus mencari alternatif lain untuk membasmi virus tersebut. Hal ini wajar, karena virus akan berusaha mematikan kinerja antivirus dan segala upaya dilakukan untuk mempertahankan dirinya. Sementara antivirus sudah tidak bisa berfungsi penuh. Maka update virus atau antivirus secara rutin akan berperan penting dalam usaha menjaga sistem dari serangan virus.

Mengapa Virus yang terdeteksi langsung dihapus ?

Hal ini sebenarnya bagi sebagian antivirus bisa diatur. Hampir semua antivirus menyediakan pengaturan akan diapakan ketika mendeteksi sebuah virus atau file yang terinfeksi virus. Dan memang biasanya pengaturan default (bawaan) akan langsung menghapus file tersebut. Maka ketika menggunakan antivirus, sebaiknya juga dilihat pengaturan tersebut. Jika tidak ingin file yang terdeteksi virus langsung dihapus, maka harus mengubah setting yang ada. Atau minimal kita mengawasi ketika proses scan berlangsung.

Hal tersebut juga merupakan pilihan sebagian besar antivirus, karena sebagian besar pengguna biasanya kurang tahu seberapa besar dampak virus tersebut, sehingga antivirus akan langsung menghapus untuk keamanan data dan sistem komputer.

Antivirus mendeteksi virus tetapi tidak bisa dihapus

Hal ini biasanya terjadi ketika komputer sudah terinfefksi virus, dan beberapa virus sudah berjalan di komputer, sehingga ketika satu virus akan dihapus, virus yang lain melindunginya atau mencegahnya sehingga gagal dihapus. Selain itu perlu juga dicermati dimana lokasi virus tersebut, jika berada di folder yang di proteksi windows (misalnya seperti di folder System Volume Information) maka biasanya tidak bisa dihapus, karena aksesnya dibatasi oleh windows. Bisa dibaca selengkapnya tentang System Volume Information

Adakah antivirus yang selalu memperbaiki, tidak menghapus ?

Jika sepenuhnya memperbaiki, sepertinya tidak ada dan mungkin tidak akan pernah ada, mengingat jumlah virus yang mencapai ribuan, bahkan ratusan ribu dan teknik infeksi file yang bermacam-macam. Memang sebagian file yang terinfeksi virus masih bisa diperbaiki, tetapi sebagian lainnya tidak. Bahkan otomatis file yang terinfeksi akan rusak dan hampir mustahil di kembalikan lagi. Hal ini sangat tergantung teknik virus yang digunakan menginfeksi file.

Maka untuk kemanan data, ketika antivirus mendeteksi virus, perlu diperiksa apakah benar 100% virus atau hanya file yang terinfeksi virus ( dokumen penting yang terinfeksi virus). Jika yakin virus dan bukan data penting langsung dihapus tidak ada masalah, tetapi jika merupakan data, sebaiknya di simpan di karantina. Selanjutnya dicatat nama virus yang menginfeksi, karena informasi ini sangat penting digunakan untuk mencari informasi bagaimana menyelamatkan datanya.

Banyak antivirus yang membuat tools khusus atau program terpisah untuk memperbaiki file yang terinfeksi virus. Sebaiknya hal ini juga diperiksa. Selain itu, jika yang menyerang virus lokal, biasanya antivirus lokal juga akan lebih akurat dalam waktu yang dekat, sedangkan antivirus luar responnya mungkin lebih lama. Tetapi tidak menutup kemungkinan antivirus luar yang berhasil mendeteksi terlebih dulu. (www.ebsoft.web.id)

Menjalankan LiveCD ISO Image langsung di Windows

Bagi yang belum tahu, LiveCD merupakan CD/DVD yang berisi sistem operasi dan bisa dijalankan tanpa memerlukan hardisk (di ebsoft sering disebut juga Bootable CD). Biasanya sering digunakan untuk recovery data, test sistem operasi, membersihkan virus, menganalisa kerusakan komputer dan lainnya. Pada umumnya untuk menjalankan LiveCD, file yang berformat .ISO harus diburning ke CD terlebih dahulu.

Bagaimana jika kita ingin mencoba terlebih dahulu BootableCD/LiveCD tersebut tanpa harus memburning ke CD ? Salah satu caranya adalah dengan software Virtualisasi / Virtual Machine. Software komersial yang terkenal adalah VMware, yang besarnya lebih dari 200MB, tetapi ada software lain yang lebih mudah dan gratis.

Namanya adalah Virtual Box (Sun xVM Virtual Box). Melihat dari namanya software ini di produksi oleh SUN Microsystem, nama yang sudah tidak asing lagi. Sampai saat ini VirtualBox dapat dijalankan di Windows, Linux, Macintosh dan OpenSolaris. Dan dapat digunakan untuk virtualisasi sistem operasi seperti Windows (NT 4.0, 2000, XP, Server 2003, Vista), DOS/Windows 3.x, Linux (2.4 and 2.6), dan OpenBSD.

Dengan VirtualBox, selain bisa digunakan untuk mencoba menginstall sistem operasi, juga bisa digunakan untuk mencoba file ISO image. Misalnya UBCD4Win, Avira Rescue CD, dan file recovery lainnya yang berformat ISO. Selain itu untuk membuat tutorial menginstall sistem operasi juga akan lebih mudah, karena langkah-langkahnya bisa di capture dan gambar/screenshot-nya bisa disimpan.

Cara Menggunakan VirtualBox

Untuk mencoba VirtualBox, disini akan digunakan File UBCD4Win.iso. Ikuti langkah-langkah seperti yang ditampilkan seperti berikut :

  1. Jalankan VirtualBox
  2. Klik Icon New atau melalui menu Machine > New
  3. Akan Muncul proses pembuatan dalam langkah-langkah (Wizard) yang masing-masing disertai dengan keterangan, yaitu :
    • VM Name and OS Type. Beri Nama project yang akan dijalankan, dan pilih Tipe sistem Operasi yang akan dijalankan, jika belum tahu pilih saja OS Type : Other/Unknown.
    • Memory. Set Memory Komputer yang akan digunakan untuk menjalankan virtual machine.
    • Virtual Hardisk. Buat baru atau gunakan Hardisk Image jika sudah ada
    • Finish. Proses pembuatan Machine Virtual sudah selesai
  4. Proses berikutnya adalah memilih file ISO (UBCD4Win.iso). Dari menu tampilan utama, Klik Daftar machine yang ada (VM Name), kemudian klik Icon setting
  5. Pilih daftar CD/DVD-ROM, dan bagian kanan cek pilihan Mount CD/DVD Drive, kemudian pilih/cke ISO Image File dan klik icon folder untuk mencari file UBCD4Win.iso. Jika sudah selesai klik OK
  6. Virtual Machine siap dijalankan, dengan memilih daftar VM Name, kemudian klik Icon Start

Ingin Mencoba ? Download VirtualBox disini ( 23 MB)

Software Virtualisasi Portable

Selain VirtualBox, ada lagi software virtualisasi portable (tidak perlu instalasi), dengan ukuran hanya sekitar 1.5 MB, yaitu MobaLiveCD. Meski fasilitas yang diberikan jauh dibawah VirtualBox, tetapi saya mencoba dengan aplikasi ini untuk menjalankan UBCD4Win dan juga berhasil.

Download klik here or MobaLiveCD Disini ( 1.5 MB)

Virus Removal tool, McAfee Avert Stinger

Jika file-file terinfeksi virus, sebagian antivirus biasanya hanya bisa mendeteksi virus tanpa bisa memperbaiki file tersebut. Beberapa virus lokal mungkin masih bisa diatasi dengan antivirus lokal seperti PCMAV, Ansav dan lainnya. Tetapi untuk virus tertentu yang telah menyebar dalam skala multinasional, biasanya memerlukan tools khusus.

Meski antivirus bisa mendeteksi virus-nya, tetapi kadang tidak bisa memperbaikinya. Hal itu bukan berarti antivirus tersebut tidak lengkap, tetapi bisa saja memang file tersebut memang sudah tidak bisa diperbaiki lagi. Atau biasanya dibuat tools/program terpisah yang bisa di download secara gratis yang khusus untuk memperbaiki file yang terinfeksi virus. Seperti halnya McAfee, dengan virus removernya, McAfee Afert Stinger.

Tools ini dibuat khusus untuk menangani virus-virus populer yang banyak menginfeksi di dunia maya. Seperti halnya Avast Virus Cleaner Tool. Kelebihan tool ini adalah bersifat portable (tidak perlu install), dan cukup akurat untuk virus-virus yang telah masuk daftarnya. Tetapi tool ini bukan pengganti antivirus, hanya sebagai pelengkap untuk menangani virus tertentu yang telah menginfeksi sistem.

Di versi 10.0.0.441 ini ( release 12 Agustus 2008) , McAfee Avert Stinger mampu mendeteksi sebanyak 228 virus populer, yang sebagian merupakan virus yang menginfeksi exe. Berikut beberapa fasilitas yang disertakan dalam McAfee Avert Stinger ini :

  • Mendeteksi dan memperbaiki file atau sistem yang terinfeksi virus ( ada 228 virus)
  • Scan Boot sector dan Process (aplikasi atau library yang sedang berjalan)
  • Scan compressed file dan file exe yang bisa di extract
  • Tampilan yang sangat sederhana dan mudah digunakan

Download :

Klik here ato klik McAfee Virus Stinger v10.0.0.441 [2,204,679 bytes] (8/12/2008). Informasi selengkapnya dan daftar virus yang mampu ditangani bisa di lihat langsung di aplikasi/program atau bisa juga melihat link berikut http://vil.nai.com/vil/stinger/default.aspx

Karakteristik dan Tips menjaga Flashdisk lebih awet

Tidak dipungkiri bahwa flashdisk saat ini menjadi media yang paling sering digunakan menyimpan data yang mudah di bawa kemana-mana. Tetapi sedikit yang memperhatikan masalah pnggunaan flashdisk ini. Mungkin karena kapasitasnya ber-Giga-giga, maka semua data dimasukkan, dan setiap saat dipasang di komputer ibarat hardisk mini. Bahkan ada yang isinya tidak hanya ratusan data, tetapi ribuan data.

Sedikit orang yang tahu bahwa flashdisk mempunyai umur, ibarat lampu TL yang mempunyai umur (misalnya tahan sampai 5000 jam). Begitu pula Flashdisk. Tapi apa ukuran umur flashdisk? Bagaimana menggunakan flashdisk agar lebih awet / tahan lama? hal-hal penting apa yang perlu diketahui tentang flashdisk ?

Beberapa hal yang menjadi Karakteristik Flashdisk
Beberapa hal yang mungkin perlu diketahui tentang flashdisk (murni USB Flash disk, bukan MP3/MP4) :

  • USB Flash Disk hanya bisa aktif jika ada arus listrik yang bisa diperoleh melalui port USB.
  • Beberapa Flash Disk memerlukan arus atau daya listrik yang lebih besar dibanding lainnya, sehingga kadang harus ditancapkan langsung di port motherboard ( tanpa kabel sambungan dan bukan port di depan) agar bisa terdeteksi.
  • Flash Disk tidak bisa terbaca jika kabel yang digunakan terlalu panjang, karena biasanya arusnya kurang kuat.
  • Flash Disk memiliki umur/masa pakai, misalnya 100.000 baca/tulis atau ketahanan sampai 10 tahun.
  • Kecepatan akses membaca lebih cepat daripada menulis di flashdisk. Misalnya membaca 16 MB/s sedangkan menulis 4 MB/s (satu dan lainnya berbeda-beda)
  • File sistem yang biasa digunakan adalah FAT atau FAT32, karena bisa diakses hampir dimanapun yang mensupport USB port. Meski bisa diformat sesuai dengan tipe sistem operasi, seperti NTFS.
  • Defragment file di flashdisk tidak diperlukan dan tidak berpengaruh ke kecepatan akses, karena flashdisk menggunakan Memory tipe Random Akses.

Bagaimana mengamankan data didalamnya ?

Satu-satunya jalan sepertinya dengan meng-enkripsi data yang ada di flash disk. Meskipun saat ini ketika membeli flash disk disertakan software yang bisa mengunci (lock), tetapi tetap bisa dibuka dikomputer yang tidak ada software tersebut. USB Flash disk kemungkinan tidak rusak meski terkena air atau bahkan terendam, asal sebelum dipakai dikeringkan terlebih dahulu.

Tips Menggunakan Flashdisk agar lebih awet

  • Jangan menyimpan file-file yang sangat banyak kedalam flashdisk, jika memungkinkan lebih baik di zip. Karena semakin banyak menyimpan file maka proses menulis flashdisk juga akan lebih banyak, sehingga umurnya juga cepat berkurang.
  • Jika tidak begitu penting, hindari mengedit langsung dari flashdisk. Alternatifnya copy data di komputer, kemudian di edit dan setelah selesai baru kembali di copy ke Flashdisk.
  • Jika tidak dipakai/digunakan, lepas Flashdisk dari komputer.
  • Usahakan selalu melepas Flashdisk dari komputer melalui “Safety Remove Hardware” dan hindari langsung melepas ketika sedah dalam proses membaca/menulis, karena bisa saja rusak akibat arus listrik.
Flashdisk satu dengan lainnya mempunyai umur dan kecepatan yang berbeda-beda. Satu lagi tips ketika membeli flashdisk, jangan hanya melihat harganya, tetapi juga garansinya, jika lebih mahal sedikit tetapi garansi lebih lama, maka pilih yang garansinya lebih lama.